| Rancangan Alat |
Banyak organisasi termasuk industri HP
seringkali mengesampingkan akibat radiasi HP kepada otak. Hasil-hasil studi
jangka pendek yang dimanfaatkan untuk meyakinkan para konsumen bahwa dengan
menggunakan HaPe tidak ada hubungannya dengan kanker atau tumor otak, yang
hanya berkembang berapa dekade setelah terekspose.
Selama 15 menit pertama,
tidak terjadi perubahan apa-apa. Namun, setelah 25 menit kemudian kulit telor
mulai memanas dan setelah 40 menit kemudian permukaan kuli telor menjadi keras
dan merekah. Para peneliti menemukan protein yang berupa putih telor menjadi
keras meskipun kuning telurnya masih dalam bentuk cairan. Setelah 65 menit
telur matang dengan sempurna.
Wajar saja, tidak ada seorangpun mengetahui
secara pasti sejauh mana sebuah HaPe dapat membahayakan seseorang. Media baru
Howe Recently melaporkan sebuah studi yang memperlihatkan radiasi HaPe yang
penuh dengan energi dapat digunakan untuk memasak telor.
Dalam sebuah percobaan, peneliti menyimpan
sebuah telor di dalam sebuah cangkir porselen (karena mudah untuk menyerap
panas), dan meletakkan dua buah HaPe yang saling berhadapan dengan telor di
dalam cangkir porselen tersebut. Peneliti kemudian memanggil salah satu HaPe
kemudian menyimpannya berhadapan dalam keadaan salurannya tersambungkan untuk
jangka waktu beberapa lama.
Penelitian memperlihatkan bagaimana menakutkannya radiasi HaPe. Kita harus berusaha untuk menghindari penggunaan HaPe. Meskipun tidak seorangpun telah membuktikan radiasi dari HaPe dapat menyebabkan sesuatu yang secara klinis signifikan. Lagipula, tidak seorangpun yang dapat menyanggah risiko tersebut.
Anak-anak harus dilarang menggunakan HaPe karena otak mereka masih berkembang dan terutama rawan terhadap radiasi.
Sumber:
http://rassukudalu.wordpress.com/2009/05/17/merebus-telur-dengan-hp-handphone/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar